Mahfud Aly

Lelaki terkombang-kambing tulisan. ...

Selengkapnya
Miss Typing, Miss World, and Miss Bodrex

Miss Typing, Miss World, and Miss Bodrex

Mahfud Aly

Remekan rengginang yang benar-benar remek

*****

Pak Eko Prasetyo selalu mewanti-wanti saya setiap ada kesempatan. Istikamah.

EDITOR WAJIB MENULIS BUKU.

EDITOR WAJIB MENULIS DI GURUSIANA.

Sejujurnya, pesan beliau masih banyak. Tapi, saya tulis dua saja di sini.

Melaksanakan dua saja, rasanya sungguh berat.

Ide sebanyak apapun akan hilang jika tak dituliskan.

Editor itu berat, Kakaaaaaak!

****

MediaGuru adalah perusahaan penerbitan nasional paling cepat berkembang dan menggurita. Bisa diperdebatkan, tetapi fakta ini jelas dan clear.

Puluhan pelatihan hadir setiap pekan. Tidak satu. Banyak.

Satu kelas, hadirkan sekian puluh dan ratus buku baru. Penulis baru.

Luar biasa!

Semoga perusahaaan ini terus berkembang dan berbunga. berakar kuat dan berdaun lebat.

Pesan Pak CEO pun jelas. 'Bantulah sebanyak mungkin penulis mewujudkan mimpinya. Insyaallah, mimpi kita akan diwujudkan oleh Allah SWT."

Agak mirip dengan kutipan Paulo Choelho.

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Untuk itulah, saya tetap menulis di Gurusiana, meski tak serajin kawan-kawan. Tulisan saya pun sudah cukup banyak. Tapi, saya akui. Saya tak seaktif dulu.

Biarlah, saya punya tugas lain. Membantu yang lain.

Saya kangen. Bisa berkomentar di akun kawan-kawan. Blogwalking. Windowsshopping. Guyon. Ngelawak. Memberi edifikasi.

Bisa membaca dengan santai, menikmati tulisan indah, sedih, inspriatif, lucu, dan ngemeske.

******

Hanya dengan begitu, follower kita akan banyak. Commenters juga bejibun.

Sapalah, maka kita disapa.

Follow-lah, maka kita di-follow.

Tulislah komentar di akun penulis lain. Insyaallah akun kita diberi komentar.

Jangan menyerah. Tak dapat trending topic pun tak masalah.

Tetap menulis, dibaca orang atau tidak, itu lain perkara.

Tetaplah berbagi, soal disukai atau tidak, itu lain soal.

*****

Menulis itu tentang jam terbang, bukan sekadar angan-angan.

Salah ketik, logika yang aneh, pilihan kata biasa, paragraf yang puanjang mirip rangkaian kereta itu perkara biasa.

Jika kita rajin menulis dan tetap tabah, insyaallah pelan-pelan tulisan kita akan jernih, selama kita miliki hati bersih.

Baca. Baca. Baca.

Tulis. Tulis. Tulis.

Jika lelah membaca, menulis.

Jika capai menulis, baca.

*****

Membantu guru se-Indonesia untuk menulis buku pertama, kedua, ketiga, hingga keseratus adalah kenikmatan yang luar biasa.

Sebaik-baik rengginang adalah yang renyah, halal, dan disedekahkan.

Pasti pembaca penasaran.

Judulnya apa, tulisannya apa.

Itulah saya.

Ngguapleki.

Ngguateli.

Ngemeske.

Sebagai alien yang baru hadir di bumi. Saya ini sedang belajar. Menulis dengan jari.

Biasanya saya menulis dengan hati. Tapi, tulisan saya tak selesai-selesai. Hihihi!

Penjelasannya begini:

Menulis itu pakai alat tulis, keypad HP, atau keyboard PC/Laptop/notebook.

Ya pakai jari, atau suara. Nggak bisa pakai hati. Dibatin. Dipikir. Diangankan. Tanpa praktik.

Percum Tak Berguna. Percuma tak berguna.

Ada penulis japri saya:

'Mister Aly, saya mohon pencerahan."

"Ah, Pak. Hidup saya saja tak cerah. Wajah pun kusem. Kok minta pencerahan saya."

'Bukan begitu Pak. Begini. Saya ingin menulis novel yang terinspirasi dari kisah hidup saya sendiri.'

'Bagus itu. Lanjutkan! Barakallah."

'Kok begitu, Mister?"

"Lah, masalahnya apa, Pak?"

"Begini. Cerita ini sangat menyedihkan."

"Lalu?"

"Saya baru menulis satu kalimat. Air mata saya tak tertahankan."

"Serius?"

"Benar, Pak. Sudah tiga minggu saya coba menulis. Hasilnya nol putul."

"Wah menarik ini."

"Kok menarik, Mister. Saya butuh saran."

"Serius?"

"Ya, Mister. tolonglah saya. Beri saya saran."

"Jika Bapak memaksa. Menangislah terus sampai Bapak nggak bisa menangis lagi. Habiskan air mata Bapak. Jika butuh seminggu lagi. Saya tunggu. Jika air mata Bapak sudah kering. Itulah saatnya Bapak mulai menulis."

"Waduh, kok serem amat sarannya."

"Lah, ini satu-satunya solusi."

"Benar begitu?"

'Iya."

'Baiklah. Mulai malam ini saya menulis."

'Kok menulis? Gak menangis lagi?"

'Saya dapat pencerahan sekilas. Jika saya ikuti hati saya, sampai kapan pun buku saya tak pernah ada."

"Jos gandos kothos-kothos."

"Terima kasih, Mister. Mohon maaf telah menganggu."

'Siap. Barakallah! Kisah yang menyakitkan, berdarah-darah, dan sedih tentu akan menjadi inspirasi, tuntunan, pedoman hidup, dan pelajaran berharga untuk pembaca. Insyaallah menjadi ladang pahala. Pak."

'Iya. Saya paham sekarang."

"See ya."

Obrolan berhenti.

Tulisan ini juga selesai.

Tentang judul, lupakan saja eaaa!

Maafkanlah!

Lamongan, 14 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah... saya ngebacanya nyampe mangap mangap... Baca baca baca Tulis tulis tulis Pokoke baca ditulis

15 May
Balas

Eaaa. Pak Matrasit yang jos. Siap ikut antologi lagi.

15 May

Astaghfirullah... hatiku sampai terbontang banting pak Ahmad... sukses dan sehat selalu. Barakallah

15 May
Balas

Jos

15 May

Astaghfirullah... hatiku sampai terbontang banting pak Ahmad... sukses dan sehat selalu. Barakallah

15 May
Balas

Aamiin

15 May

Astaghfirullah... hatiku sampai terbontang banting pak Ahmad... sukses dan sehat selalu. Barakallah

15 May
Balas

Astaghfirullah... hatiku sampai terbontang banting pak Ahmad... sukses dan sehat selalu. Barakallah

15 May
Balas

Jos

15 May

Astaghfirullah... hatiku sampai terbontang banting pak Ahmad... sukses dan sehat selalu. Barakallah

15 May
Balas

Apa yang sebenarnya terjadi dengan artikel ini? Aku melihat lompatan dari satu lokasi ke lokasi lain, dari satu waktu ke waktu lain, dari satu tokoh ke tokoh lain dan semua berlalu dengan cepat tanpa transisi, Hati2 membaca tulisan ini, seperti naik rol coaster. Bapak sangat berbakat menulis. Mantab

15 May
Balas

Terima kasih atas kunjungan dan edifikasi Bapak Sabar Waspandi. Pujian itu luar biasa. Saya belum pantas menerima. Barakallah

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali