Mahfud Aly

Lelaki terkombang-kambing tulisan. ...

Selengkapnya
PENGAKUANKU 5: TIP AKAL SEHAT MENGHADAPI SISWA

PENGAKUANKU 5: TIP AKAL SEHAT MENGHADAPI SISWA

Siswa itu jenis manusia luar biasa.

Mereka itu nggateli, tapi bikin rindu. Ah, susah sekali mendeskripsikan mereka. Sesusah memberikan deskripsi lengkap tentang tuyul. Yang katanya kecil, pucat dan bertelanjang. Matanya tidak seperti manusia, garis horizontal.

Tetapi tuyul memiliki mata vertikal. Tuyul juga pencinta yuyu. Kepiting air tawar. Entahlah. Hanya Allah yang tahu. Kok aku jadi membahas tuyul. Siswaku justru lebih menarik untuk dibahas.

Siswa itu keren. Saat guru, misalnya, ingin melarang sesuatu mereka justru tertarik. Aku pun mengaplikasikan teori itu dalam kelas. Jika ada catatan penting. Di atasnya aku beri tulisan: JANGAN DIBACA! Efeknya dahsyat. Mereka justru memperhatikan.

Kadang aku iseng aku beri tulisan “PENTING UNTUK DI-PECICILI,” sebagai ganti catatan penting, dan itu justru berhasil. Mereka suka membahas kata-kata aneh itu di luar kelas. Menceritakannya di kantin sekolah, ke siswa lain yang kebetulan tidak mendapatiku sebagai guru di kelasnya. Anehnya, siswa justru tertarik hal-hal aneh semacam itu.

Padahal sesungguhnya, mempunyai guru sepertiku adalah HAL YANG WAJIB DIHINDARI. NGGILANI! Meskipun tetap saja, aku adalah guru paling ganteng, versiku sendiri. Hihihi!

Siswa semakin dilarang, justru semakin penasaran. Ingin mencoba. Mengetes gurunya. Apa kira-kira guru akan tetap berkomitmen, istikomah terhadap apa yang mereka katakan?

Peraturan sekolah terkadang menjadi dilema tak mendidik, jika tidak ada keselarasan antar semua guru. Semua guru harus seiya sekata dalam hal ini. Misalnya, siswa harus memasukkan seragamnya ke dalam rok atau celana. Semua guru harus memiliki kesamaan visi dan misi. Masalahnya kadang ada guru yang cuek, sementara guru lain sangat tegas terkait hal ini. Siswa akan memiliki alasan untuk tidak mematuhi. “Pak x saja tidak menegur saya. Kenapa Bapak justru menegur saya?”

BAHAYA!

Bagaimana tip AKAL SEHAT agar guru bijaksana-bijaksini menghadapi siswa yang keren nggak ketulungan ini?

1. Siswa hari ini melek teknologi. Guru tidak boleh kalah.

Jangan sampai ada guru dikadali siswa terkait pembelajaran maupun tugas. Siswa itu sesungguhnya mahluk yang oaling seksi. Eh, salah. Siswa adalah mahluk yang super jenius. Hanya saja mereka kadang salah menempatkan kejeniusan mereka.

Ada loh, guru yang memberi tugas mengarang, menulis teks naratif misalnya, tetapi tugas itu diambil dari internet, disunting sedikit, bukan untuk diperbaiki, tapi diperjelek, agar tidak ketahuan. Sayang seribu sayang. Ada guru yang tidak mengetahuinya. Ah, ia memberi nilai tinggi dan menceritakan bocah malang itu di ruang guru, sambil memamerkan karya siswa tersebut.

Ah, saat aku melihatnya. Aku tersenyum kecut. Tere Liye sekali! Tulisan itu diambil secara membabi buta dari Novel “Rindu” milik Tere-liye. Gurunya sudah termehek-mehek. Ah, sudahlah!

2. Guru harus sabar, sabar dan sabar

Siswa itu jenius hanya salah ruang dan waktu.

Saat di kelas, misalnya, aku sering melakukan pre-teaching process, dengan recall materi pertemuan sebelumnya. Aku tanya ke mereka. Mereka diam. Wajahnya seolah mengerti semuanya. Aku tanya, ‘Kalian paham?” “Pahaaaam!” Jawab mereka serentak. Saat aku tanya lagi, ‘apa yang sudah kalian pahami?”

DIEM.

DIEM.

Mereka seperti kerupuk paska tersiram air satu container. Mereka diam, sok cool seolah tanpa dosa. Mereka ditanya ya diam. Disuruh tanya ya diam. Repot!

Anehnya, saat ujian atau ulangan. Mereka kok pintar sekali bertanya. Berdiskusi saat ujian pun hobi sekali.

Saat mulai ulangan harian, kadang aku bercanda dengan mereka dengan mengatakan, “Silahkan dikerjakan soalnya. Ngawur diperbolehkan. Asalkan benar!”

HUUUUUU! Siswa protes. “Kalau ngawur tapi benar, itu namanya nggak ngawur, Mister.”

Au, Ah. Gelap!

3. Guru harus ikut ekstrakurikuler Pramuka. Wajib!

Aku kuatir dalam perbendaraan percontekan siswa terus berkembang. Siapa tahu siswa mulai menggunakan sandi rumput misalnya, saat menyontek? Nah loh!

Maka guru harus selangkah lebih maju. Ia harus belajar sandi. Kepala sekolah juga perlu mengundang Badan Intelegen Negara (BIN), siapa tahu kemampuan kriptografi dibutuhkan oleh guru dalam rangka mensukseskan wajib belajar Sembilan tahun ini.

Hihihi!

Terima kasih pembaca setia. Sudi menungguku untuk menuliskan pengakuanku yang berikutnya. Aku akan tetap menulis selama ada kuota. Namanya juga alie-n kere-.

Tunggu aku mengubah –n ke belakang supaya bisa dibaca ALIE KERE-N.

End is nigh. (alien)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pengakuan yang tulus. Meski NGGILANI....hehehe. Salam sehat dan sukses selalu, Pak Guru. Barakallah.

09 Jan
Balas

Mohon maaf ibu. Saya seorang stand up comedian. Kebetulan saya nggak punya kisah heroik. Seperti penulis lainnya. Biarlah.. moga diikhlaskan. Hihihi

09 Jan

Saya penggila stand up comedy, hihihi. Ikhlash bingittzzz.

09 Jan

Saya penggila stand up comedy, hihihi. Ikhlash bingittzzz.

09 Jan

Sangat menarik sekali pak guru, comedian tetapi kreatif

13 Jan
Balas

Barakallah Ibu Lis.

13 Jan

Hihi... terimakasih pak Mahfud..ini lagi pengajuan jadi pembina ekstrakurikuler Pramuka..

09 Jan
Balas

Salam Pramuka! Ibu.

09 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali