Mahfud Aly

Lelaki terkombang-kambing tulisan. ...

Selengkapnya
PENGAKUANKU 6: MELANKOLISAPESKUS

PENGAKUANKU 6: MELANKOLISAPESKUS

Entah kenapa aku ingin menulis topic ini. Sebagai guru di sekolah. Kadang aku melihat,
menyaksikan, merekam setiap gerak gerik manusia bernyawa, pepohonan juga parkiran. Ah, nasibku.


Nah, itulah masalahnya. Ah, menjadi guru di SMA dan SMP jaman akhir ini rentan. Rentan terjerumus dengan masalah asmara ala ABEGE. Aku nggak tahu apakah di SD dan TK masalah ini pun mewabah. Entahlah! Aku tak tahu. (Katanya sih ada, semoga saja tidak).

Di tulisan ini, aku hanya bertindak sebagai saksi, perekam kejadian peristiwa dan tragedi ini. Otakku merekam dengan jelas, semuanya.

Entah kenapa ada norma sosial di masyakat terkait perkara romansa dua dunia ini. Guru dan siswa. Kabarnya, guru itu haram mencintai siswa. Siswa juga nggak boleh mencintai gurunya, dengan niat untuk menjadi suami-istri. Aku nggak tahu sejarahnya.

Saat aku sekolah SMA, ada guru lelaki yang tampan. Ia disukai banyak siswa. Saat ia menyatakan cinta dengan siswa, teman sekelasku. Wow! Satu yayasan heboh luar biasa. Kasak-kusuk di mana-mana. Emang kok, membahas kejelekan oang lain itu sensasinya.

Hufft, Nagih banget.

Sudah seperti makan kacang mete saja. Mau setoples, mau sampai mulut penuh busa juga OK saja. Ah, sudahlah. Alhamduliilah, tidak lama setelah lulusan sekolah, mereka menikah. SAH? Sah! SAh! SAh!

Dalam kisah yang lain. Di sekolahku sendiri. Ada temanku guru. Ia cowok yang tampan sekali. Nah, kebetulan ia mencintai siswanya. Entah bagaimana ceritanya. Ragasia itu terbongkar. Karena ternyata memang niatnya tulus dan serius, ia putuskan untuk mengutarakan cintanya pada siswanya. Tragedi terjadi. Ia ditolak. Karena rasa malu yang tak tertahan. Guru itu memutuskan resign dari sekolah.

Ia pulang, sambil bernyanyi, “Aku pulang, tanpa dendam.” [Sheillaon7]

Ah, itulah cerita. Indah hanya saat diceritakan.

Alhamdulillah, aku diselamatkan Tuhan dari tragedi seperti itu. Membahas cinta memang aneh. Aneh sekali. Seringnya nggak sesuai dengan logika. , Maklumlah logikaku cetek sekali. Matematiku jongkok. Ssebagai guru bermuka melas, aku sering dicurhati siswaku tentang likaliku kisah cinta mereka. Masa-masa abu-abu.

Wuih! Mirip pasar malam. Heboh! Remang-remang, tapi membuat hati berdebaran. Deg-degan. membuat hati deg2an.


Once upon a time. Ada siswa cowok yang cerita padaku. Ia mencintai gadis pujaannya, teman sekelas sejak ia kelas X. Katanya mereka pertama bertemu karena sama-sama dikirim mewakili sekolahuntuk pelatihan PASKIBRA di Kabupaten saat awal masuks sekolah. Cuma berdua saja.

Di sinilah cinta itu bertumbuh, kemudian bengkak. Hihihi!

Cowok ini pintar, tinggi, badan proposional, motornya juga cukup oke (Kayaknya sih, masih kredit. Hihihi!). ia juga selalu meraih peringkat 5 besar di kelasnya. Tapi modal itu belum cukup untuk membuatnya berani emngungkapkan rasa cintanya pada gadis pujaannya. Tuhan memang Mahaadil, ya? Ada siswa meski ia tak punya apa-apa, tapi PD gila.

Ia memendam rasa cintanya dua tahun lamanya. Kini mereka kelas XII. Satu kelas. Ah, beginilah cinta, deritanya tiada pernah berakhir.

Setiap kali ia ketemu gadis pujaannya: di kantin, di koperasi, di kelas, di lorong, di parkiran, ia hanya bisa mencuri pandang tanpa daya. Iaa tahu semua hal tentang cewek itu. Rumahnya, tempat lesnya, hobinya, warna jepit rambutnya, hari ulang tahunnya, wetonnya, nomer HP-nya. Ah, mungkin bau kaos kakinya ia pun tahu. Ajib benar!

Jujur, pemirsa. Nelangsa aku melihatnya. Cowok ini penggila buku. Aku sering ketemu dengannya di perpustakaan pojok sekolah. Saat kelas Kelas XI, mereka juga satu kelas. Ah, untung saja ia nggak punya penyakit bengek, kalau bengek sudah mati ini anak.

Jujur, sebagai guru, aku dilematis. Nasibku sungguh apes. Aku harus menghadapi masalah ini. Aku melihatnya seperti zombie sekarat begini. Ingin rasanya aku mendukungnya untuk mengungkapkan perasaannya ke gadis pujaan hatinya.

Kalau diterima ya syukur. Kalau ditolak ya Syokooor! Sederhana sebenarnya, tetapi kalau dipikir nggak sederhana juga. Tau ah, gelap!

Pemirsa mungkin heran. Aku guru. Tapi koq mengurusi hal tak penting macam ini. Ini sudah takdirku, pemirsa. Aku sendiri masih jomblo. Jombo akut! Sudah takdirku, pemirsa. Masih banyak sebenarnya, kisah gila terkait curhatan siswaku.

Setahun berlalu, doaku dikabulkan oleh Allah. Anak itu belum mati terkena serangan jantung karena ia harus ketemu setiap hari dengan gadis pujaannya.

Tapi Tuhan belum ikhlas, karena anak cowok ini nggak mati-mati juga. Betapa luar biasa, saat kelas XII SCIENCE, mereka satu kelas lagi. Bedanya, kelas ini adalah kelasku. Kebetulan aku jadi gurunya.

Beginilah cinta deritanya tidak pernah berakhir!

Saat perkenalan, aku hampir tak peduli dengan siswa lain. Aku hanya fokus memperhatikan dua insan yang apes ini. Inilah pertama kalinya aku melihat gadis beruntung itu. Kulit putih, rambut panjang dikuncir, sopan, pintar, kayaknya berasal dari keluarga menengah secara ekonomi. Apakah ia cantik? Relatif!

Buatku sih biasa. Aku perhatikan lebih seksama. Ah, aku tahu kenapa siswa cowok itu bengek menahun. Dua lesung pipi gadis ini yang membuatnya rela mati.

Kalau gadis dia tersenyum. Mungkin buat siswa cowokku itu, selayak kejatuhan kabel sutet tepat di kepala dengan aliran listrik bertegangan 100.000 MW. Keseper tapi nggak mati-mati.

Bulan berlalu, siswa cowok ini, aku lihat sangat grogi dan salah tingkah kalau berpapasan dengan cewek idamannya . Aku melihatnya saja sangat pilu. Uniknya, tidak ada satu pun yang tahu kisah ini. Ah, kasihan!

Bulan berlalu, saat itu bulan Maret, UN segera tiba. Saat itu sekolah menggadakan bimbel aka pelajaran tambaha. Aku meminta siswa untuk mengerjakan soal dengan cara menuliskan jawaban di whiteboard, di depan kelas.

Tanpa aku rencanakan. Sungguh! Dua siswa tokoh cerita ini ternyata maju ke depan bersamaan. Di sinilah keajaaiban cinta terjadi, ditambah keusilanku yang sungguh terlalu.

Mungkin karena bengek, siswa cowok ini salah soal. Ia menulis jawaban yang seharusnya ditulis si-cewek. Karena ia hanya mengerjakan satu soal saja. Eh, salah nomor lagi. Ia mati kutu. Beruntung peri cinta memberikan senyumannya.

Cewek ini melihat dan tersenyum.

Si cowok terbang ke angkasa.

‘Nih, pakai bukuku saja.” Ucap cewek itu.

Ah, aku menng guru yang usil. Melihat kejadian yang luar biasa ini.

Aku bilang saja, “Ciee…Ciee.. yang pedekate sudah 3 tahun. Itu pendekatan apa kredit motor, Mas!”

Mereka berdua salah tingkah. Teman sekelas kompak, “Huuuuu!”

Sinetron banget. Hehehe! Mereka kembali ke kursinya, meski merasa malu, mereka sempat-sempatnya saling curi pandang. Ah, cinta. Gludak!


Kelas pun selesai! Sudah sore! Aku hendak pulang. Aku berjalan ke parkiran motor. Saat sampai parkiran, aku kualat, pemirsa.

Kunci motorku hilang.

Aku kembali ke ruang guru. Di mejaku, nihil.

Aku kembali ke parkiran. Aku ingat. Jam 10.00 pagi, siswa penelitianku meminjam motorku untuk kirim paket berisi naskah karya ilmiah untuk dikirim ke Panitia lomba karya Ilmiah di Unesa via PT Pos Indonesia. Ah, nasibku. Apes sekali.

Aku telepon dia. ‘Mas, di mana? Kunci motor Mister masih di kamu ya?”

“Iya, Mister. Kunci saya bawa. Maaf ya. Saya lupa. Karena Pos sudah tutup. Aku diantar temanku kirim langsung ke UNESA Surabaya. Kunci Mister terbawa. Gimana ya Mister?”

Dengan agak mendongkol aku jawab, “Ok. Nggak apa-apa.”

Padahal dalam hati, aku menangis. Huhuhu!

“Besok jangan lupa dibawa. Mister pulang naik angkot saja.”

Aku segera menuju kantor satpam. Aku minta bantuan mereka untuk emnggotong motorku ke ruangan. Kasihan motorku harus jomblo sendirian di kantor.

Aku ambil tas rangsel, dan berjalan ke arah pintu gerbang. Tiba-tiba ada suara cewek menyapaku. “Kenapa Mister?”

Ah ternyata cewek yang aku cie…ciee… di kelasku tadi. Setelah ia tahu kronologi kejadiannya. Ia bilang, “Mister pakai motorku saja. Kalau Mister pulang pakai lyn, lama.”

''Nah, kamu pulang pakai apa?'

Belum juga ia menjawab.


Tuhan itu penuh kejaiban, si cowok melintas di depanku, berhenti buat salaman karena ia hendak pulang.

''Ada apa Mister?''

Aku cerita lagi.

Tiba-tiba si cewek berinisiatif bilang ke cowok itu

'Kamu mau nggak antar aku pulang? Biar motorku dipakai Mister! Sudah sore soalnya, angkot juga susah'”

Dengan gaya sok cool, dan seolah nggak mau, ia menjawab, “OK. Aku antar.”

Akhirnya aku bisa pulang dengan memakai motor si-cewek, dan mereka berdua berboncengan sepeda motor meninggalkanku di pintu gerbang sendirian.

Ah, memang nasid itu sudah suratan. untuk melihat mereka berdua bisa dekat, aku harus apes begini.

Karena sekolah sudah sepi, dan kebetulan aku nggak punya kelas lagi. Aku putuskan ngobrol dengan Pak satpam di posnya.

Setengah jam menit kemudian ada SMS masuk. 'Thank ya Mr. Karena Mr aku bisa antar dia pulang. Besok dia minta aku jemput berangkat ke sekolah bareng”


'ASEEEMMM!!!

Karena rasa dongkol aku ketik jawaban singkat. 'Y' lalu aku tekan tombol ‘send’ke nomer siswaku yang lagi kasmaran dan berbahagia.


'Ah, Pak Nur, saya pulang dulu.'' Pamitku pada Pak satpam yang sangat aku hormati itu.

Sialnya Pak Satpam malah ikut-ikutan. ''Mister. Mister, truk aja gandengan, masak Mister enggak.'

ASEEEEMMMM!


Dalam hati, aku menangis, Pemirsa. A
ku pulang, tanpa dendam. Kusalutkan kemenanganmu.

Puas? Puas?

End is night.

Semoga segera bisa menulis Pengakuanku selanjutnya.

Ke berapa ya? Ah, sudahlah!

#gurugoblog #alien


DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mister....mister...nasebmu laah. Hihihi. Truk aja gandengan...whuaaa. Lanjuuut. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak Guru.

09 Jan
Balas

Terimakasih Bunda. Btw, busway, dan kolong Wewe. Boleh minta tolong diece lagi.... Hihihi!

09 Jan

Hebat..Cerita dg segala suasana Sangat Kekinian

09 Jan
Balas

Salam kenal Bunda Anik. Ditunggu ya. Seri PENGAKUANKU berikutnya.

09 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali