Mahfud Aly

Lelaki terkombang-kambing tulisan. ...

Selengkapnya
Penulis Lamongan Turun Gunung

Penulis Lamongan Turun Gunung

Mahfud Aly

Penulis yang terkombang-kambing tulisan

****

Ngopi bareng.

Itu tema malam ini.

Mendadak tapi jadi.

Rencananya baru besok malam.

Saya penggagas acara.

Temu bareng. Ngobrol apa saja.

Inilah kehidupan pengarang, penulis, dan pegiat seni

Susah ditebak.

Direncana tak jadi-jadi.

Ndadak ndilalah bisa.

Pak Syarief menentu tempat.

Dipilihlah Kedai Kopi Garasi.

Bukan kedai biasa.

Dulunya garasi bus.

Terkenal di Lamongan.

PO. Pasir Mas.

Ndahneyo sugihe.

Pasir saja emas.

Kini tutup.

Pindah garasi.

Jadilah warung kopi.

Pak Alang bisa hadir.

Pemilik percetakan besar di Lamongan.

Suatu keberuntungan.

Pak Herry Lamong pun sudi hadir.

Ah, macam sua daru. Beja kemayangan.

Pak Syarief penulis senior.

Mas Syauqi Alsumbawy, penulis jebolan Jogja yang legendaris.

Para pegiat teater.

Termasuk kawan. Dosen.

Mas Zamroni.

Lengkap sudah.

Obrolan tiada henti.

Saling berbagi.

Kesenian.

Agenda ke depan.

Kepengarangan.

Sastra Lamongan.

Teater Lamongan.

Acara besar.

Dukungan semua lini.

Birokrasi.

Penulis Lamongan di seluruh dunia.

Lomba literasi.

Sayembara kepenulisan.

Sastra pelajar.

Nasib penulis.

Tema terus berganti.

Bicara nasib penulis zaman dulu.

Wesel dan koran.

Upah paling kecil.

Nelangsa.

Wesel telat.

Nama samaran.

Cerita di kampus.

Kepenulisan.

Proses kreatif.

Semuanya.

Ganti bully mem-bully.

Saya agak selamat kali ini.

Alhamdulillah!

****

Lalu cerita lucu dan ngguapleki.

IPK 4.3.

TOEFL 750.

Hoax.

Cerita kehidupan kampus. Suka duka penulis.

Previlage penulis.

Manisnya madu seorang penulis.

Tak terasa waktu gegas sekali.

Saya catat: ada banyak nama disebut;

Budi Darma, Shoim Anwar, Thengsoe, Sutedjo, Hamsat Rangkuti, Sattar, Djamal D. Rahman, dan puluhan tokoh.

Semua berisi pujian dan kekaguman.

Sastrawan adalah penjaga peradaban.

Sifat jaga hati dan jaga diri dari percaturan, kepalsuan, dan hiruk pikuk politik.

Tetap sama.

Tak berubah.

Tetap istikamah.

Cerita-cerita penghargaan.

Kejuaraan.

Hadiah.

Laptop.

Dari negara.

Masa depan sastra.

Lamongan khususnya.

Semua dibahas dengan santai.

Muda bicara, tua mendengar.

Tua bicara, muda melongo.

Terkagum-kagum.

Bangga.

Kok bisa?

Hormat.

Kagum.

Merasa malu.

Semua belajar.

Inilah best practice yang mencerahkan.

Dari mulut sang maestro.

Seorang profesional.

Di bidangnya.

Sastra dan kepenulisan.

Saya yang muda, hanya bisa bilang.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Lalu berdoa.

Semoga panjang umur.

Semoga sejahtera.

Semoga bermanfaat.

Sekian.

Warung Kopi Garasi, 26 Mei 2019

21 Ramadhan 1440 H.

Harry Lamong adalah legenda Sastra Indonesia dan LAMONGAN. Selamat ulang tahun, Pak Guru.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sehatlah dan berbahagialah untuk kami semua

26 May
Balas

Subhanallah... Aktivitas luar biasa dari sosok istimewa. Semoga terealisir segala rencana mulia itu, Pak Kyai.

26 May
Balas

Bahagia selalu...

26 May
Balas

Insyaallah. Bunda. Sua senior adalah deras ilmu. Barakallah. Selamat memasak

26 May

Barokallah..

26 May
Balas

Alhamdulillah bisa ktmu di bln yg penuh berkah, Salam kompak... Maju terus Gurusiana...

26 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali