Mahfud Aly

Lelaki terkombang-kambing tulisan. ...

Selengkapnya
Siapa Penemu Rengginang?
Aku adalah sang remekan rengginang

Siapa Penemu Rengginang?

Mahfud Aly

Editor remekan rengginang

*****

Ah. bahasan berat ini. Saya pilih baca kitab kuning tanpa harakat sama sekali daripada harus membahas tema ini. Tema paling fenomenal di abad ini. Luar binasa!

Jangan percaya Dilan. Ia pun mengaku tak mampu.

Ah, ia cuma lelaki kebanyakan diksi. Kurang bukti.

Eaaaaaa!

Baiklah pemirsah, mari kita mulai.

Bismillah!

Rengginang or ranginang is a kind of Indonesian thick rice cracker, made from cooked glutinous sticky rice and seasoned with spices, made into a flat and rounded shape, and then sun-dried. The sun-dried rengginang is deep fried with ample cooking oil to produce a crispy rice cracker.

Jadi mrebes mili.

Saya tak tahu artinya. Bahasa Inggris lagi.

Kebiasan makan nasi goreng pun tunggu nasinya agak basi. Eh, disuruh menerjemahkan bahasa Inggris. Gak nyambung, Ji.

Keju pun tak suka.

Jujur ya. Sampai hari ini, saya itu belm bisa membedakan antara keju dan margarin. Hihihihi!

Rengginang can be plain, or flavoured sweet, salty or savoury. The most common rengginang are deep fried with added pinches of salt for a traditional salty taste.

Nah loh.

Intinya rengginang itu enak. Hahaha!

Sebagai lelaki yang asem hidupnya dan kurang asam garam kehidupan.

Saya prefer, cek ilah, prefer. Sok keminggris. Saya lebih suka rengginang rasa original. Asin.

Kenapa tak suka rengginang manis.

Karena wajah dan senyum saya sudah terlalu maniissss. Eaaaa!

Semut saja suka kejar-kejar saya.

Penulis juga. Eaaa!

Apalagi kamu.

Iya.. Kamuuuu.

Siapa lagi.

Gak usah pura-pura nggak tahu.

Huhuhuhu!

*****

Awalan yang ngguilani.

Tak penting.

Pertanyaan yang penting itu adalah

SIAPA PENEMU RENGGINANG?

Ajur, Ji.

Begini.

Sebagai research enthusiast, saya tak terima jika pertanyaan ini tak terpecahkan.

Saya terpaksa harus keliling banyak daerah, mengelus-elus beberapa prasasti, dan mencium penuh napsu pada bau gulungan perkamen dan daun lontar.

Tak terhitung berapa banyak buku tua yang saya loakkan.

Eh, salah, saya bacaaaa.

Eaaa!

******

Ah, akhirnya saya menemukan titik terang.

Setelah saya kembara ke banyak wilayah. Keluar masuk tempat angker dan perpustakaan tua. Saya sua jawaban.

Saya sudah mewawancarai banyak orang tua, melalui tujuh tikungan dan sebelas kelokan.

Alhamdulillah!

Kesimpulan dari penelitian saya adalah;

Fakta 1; Rengginang itu dari pulau Jawa.

Fakta 2: Penemu adalah bersuku Jawa.

Fakta 3: rentang waktu eksistensi rengginang itu sekitar dua ratus tahun lalu. Kurang lebih.

Fakta 4: Perempuan.

Fakta 5: Embuh ah. Banyak sekali faktanya.

Setelah saya analisis secara kualitatif dan sedikit kuantitaif, ditambah deduksi, dokumentasi, dan ngawurisasi sedikit.

Jawabannya adalah:

Deng.

Deng.

Deng.

Fakta 6: Rengginang itu dari ketan. Nama latinnya adalah (Oryza sativa var. glutinosa). Berbeda dengan beras.

Maka, sudah dapat dipastikan bahwa

PENEMU RENGGINANG ADALAH...

Sebenarnya ini rahasia.

Gak boleh diumumkan.

Tapi demi pemirsa.

Saya umumkan saja.

Penemu rengginang adalah...

MBAH GINAAANG.

Asli kampung saya. Dukuhagung Tikung Lamongan,

Kini ia telah tiada,

Meninggalnya 176 Tahun lalu.

Ia punya anak namanya Srintil.

Punya adik namanya Srini.

Punya cucu namanya Sri Nanti.

Punya cicit namanya Sriyatni.

Punya canggah namanya Syahrini.

Punya songowareng namanya Sridevi Hihihi!

Mbah Ginang itu valid.

Ia berkulit gelap. Hitam.

Ireng bahasa Jawa.

Artinya hitam.

Ireng Ginang.

Mbah Ginang berkulit gelap.

Jadilah Reng Ginang. Ada peluluhan kata.

Reng Ginang.

Lambat laut jadi

RENGINANG.

Hahahaha!

Sudah ea.

Saya kabur dulu.

Saya takut di-bully.

Hihihi!

Kenalkan.

My name is Alie. I am from lamongan. I am not a terrosrist.

Lamongan, 12 Mei 2019

Cuma remekan rengginang. Eaaa!

Rengginang itu enak gila!

Saya mah apa atuh. Mung remekan rengginang.

Tapi jangan remehkan remekan rengginang ea.

Tak pithes lak.

Katamu, Kong Guan. Tibaknya Rengginang. Eaaaa!

Mohon ampun!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

ha ... ha ...ha ... hi ... hi ... hi ... barusan aku nemu rengginang di kaleng Kong Guan pak Mahfud...

12 May
Balas

Eaaaa

12 May

Sumpah Pak, saya nggak Nemuin rengginang,

12 May
Balas

Ha-ha-ha!

12 May

Sya jd ingin mkan rengginang pkai margarin rsa keju pak,, he..he

12 May
Balas

sip

12 May

Sangat terhibur sekali atas tambahan ngawurisasinya,yang katanya sedikit,eee tak nyatanya,tak terjumlahkan.

12 May
Balas

Mantul

12 May

Mantul

12 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali